Usia Mobil Diatas 10 Tahun Dilarang Beroperasi? Setuju atau Tidak nih?

kalian pastinya udah tau berita tentang penerapan nomor polisi ganjil genap di Jakarta kan? Usaha ini bertujuan untuk memangkas jumlah kendaraan sehingga kemacetan juga  diharapkan berkurang.  Setelah beberapa bulan diterapkan, peraturan ganjil genap terbilang cukup efektif, karena itulah Gubernur Jakarta ingin memperluas kawasan ganjil genap di beberapa wilayah. Selain itu, kebijakan baru pun juga dikeluarkan yang berisi mengenai usia kendaraan tidak boleh lebih dari 10 tahun. Tentunya banyak pro dan kontra dari masyarakat mengenai kebijakan ini. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek memberikan saran untuk mempertimbangkan lebih lanjut karena dinilai berbenturan dengan regulasi lain.

Sebenarnya kualitas kendaraan tidak bisa hanya dinilai dari usianya saja, tetapi dari performa mesin kendaraan itu sendiri. Banyak kendaraan yang usianya lebih dari 10 tahun dan masih layak untuk digunakan karena sering dirawat dan diservis. Hal ini tentunya yang harus dipikirkan lebih lanjut oleh Gubernur Jakarta. Tidak sampai disitu saja, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio meminta Anies untuk memberikan intensif bagi masyarakat yang usia kendaraannya sudah lebih dari 10 tahun. Nah siapa nih yang setuju dengan peraturan baru ini? Apakah menurut kamu intensif perlu diberikan?

Semua peraturan ini dirancang dengan tujuan untuk mengurangi polusi udara dan kemacetan. Jika jumlah mobil berkurang, asap yang dihasilkan dari emisi kendaraan juga berkurang. Kendaraan yang berusia lanjut cenderung memiliki emisi gas buang yang lebih kotor. Oleh karena itu, jika tujuannya untuk mengurangi polusi, apakah pemberian intensif masih pantas diberlakukan? Tidak menutup kemungkinan mereka menjual mobil lamanya lalu membeli mobil baru